Beranda > kampus > Analisis Fim (Berbagi Suami)

Analisis Fim (Berbagi Suami)

Isu poligami gigambarkan seperti apa dlm film ini?

Pada cerita pertama  pada film ini, Seorang istri harus menerima kenyataan bahwa suaminya sangat gemar melakukan poligami dengan alasan untuk menghindari zinah, sehingga hingga ia mempunyai banyak istri muda. Sebetulnya istrinya kurang menyukai kebiasaan suaminya, tapi si Isteri lebih memilih diam.  Anak adalah alasan isteri dalam menjalani kehidupan poligaminya. Hal ini juga berdampak pada hubungan anak dan ayah dalam film ini menjadi lebih renggang. Lama-kelamaan si suami merasa kewalahan hingga pada akhirnya si suami terkena stroke dan lumpuh. Dan berpesan kepada anaknya agar tidak boleh mempunyai istri lebih dari satu. Saat seseorang melakukan poligami, maka rasa cemburu, sedih, kecewa, marah tentunya tidak bias dihindari. Selain itu juga akan Mendapat tekanan sosial dari masyarakat yang menganggap buruk pelakunya.

Pada cerita kedua, begitu banyak stereotip negatif yang dilekatkan pada perempuan disini. Budaya patriarki atau budaya dimana lelaki mempunyai kedudukan lebih tinggi dari wanita sangat jelas terlihat disini. Terdapat perbedaan yang jelas mengenai tugas dan peranan wanita dan laki-laki dimana keempat istri tugasnya hanyalah melayani suami dan merawat anak-anak, sedangkan suami lebih berkuasa sebagai pemimpin atau kepala keluarga yang memiliki otoritas dalam segala hal.

Siti (Shanty) disini merupkan gambaran terhadap gadis Jawa pada umumnya. Mereka lebih suka menyembunyikan perasaan, sopan santun sikap yang dijaga, segan, menjaga etika dan menghormati yang lebih tua lebih di utamakan seperti ketika hendak diper-istri untuk yang ketiga kali oleh Pak Lik, pada awalnya dia menolak, namun karena dukungan dan rasa balas budi terhadap kebaikan Pak Lik beserta kedua istrinya selama ini, dia pun menerima di-poligami.

Selain itu, dalam berpoligami mempunyai resiko terkena penyakit menular seksual. Yaitu Infeksi ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual.

kedekatan hubungan Siti dan Dwi yang akhirnya kabur dari rumah untuk hidup bersama merupakan Penyimpangan Perilaku Seorang lesbian atau orientasi seks sejenis sesama wanita, ada banyak alasan yang menyebabkan mereka seperti ini. Bisa karena trauma karna pahitnya kisah hidup dengan lawan jenisnya, membuat mereka berpikir dan berprilaku irasional. Kebencian yang berlebihan terhadap mantan pasangannya inilah yang membuat mereka menyukai sesama jenis.

Pada cerita ketiga, Ming sebagai pelayan restoran keturunan tionghoa dengan stereotip putih, sexy dan cantik  sebagai objek pemuas mata serta racun dunia, dimana kecantikannya membuat banyak laki-laki berhasrat untuk memilikinya.

Dalam Konstruksi Patriarkis, tubuh dan wajah Ming menjadi komoditas penting dalam bisnis. Hal inilah yang membuat pelanggan restoran bebek  Koh Abun (Tio Pakusadewo) semakin ramai. Daya tarik seksual yang terpancar dari Ming inilah yang merubah perilaku Koh Abun untuk memperistrinya. Tentu saja Ming tidak menolak karena ia bisa mendapat apapun dari Koh Abun bila sudah menjadi istri muda. Ini merupakan gambaran dari iming-iming hidup mewah dan materi berlimpah yang membuat Ming tergoda, dimana ia bisa mendapatkan mobil dan apartment bagus yang berfungsi sebagai tempat mereka bisa memadu kasih dengan bebas tanpa ketahuan Sang Istri tua Koh Abun yang digambarkan dengan karakter galak, gendut, dan pelit.

Seiring berjalannya waktu akhirnya hubungan mereka ketahuan dan berakhir dimana sosok Ming lah yang bersalah karena telah merebut suami orang.

Sudut pandang / ideologi yang ingin disampaikan dalam film ini?

Film ini mengangkat realitas serta peranan perempuan di Indonesia, dimana perempuan dikonstruksi oleh budaya dengan berbagai macam mitos. Perempuan ditempatkan pada posisi yang lebih rendah dalam kelas sosial, ekonomi, politik dan kekuasaan. Banyaknya stereotip negatif yang dilekatkan pada perempuan dalam film ini dan adanya ideologi feminisme yang ditampilkan melalui perjuangan dan sikap dari ketiga tokoh utama, yaitu Salma, Siti dan Ming yang mewakili semua strata sosial untuk mengambil keputusan dan memperoleh kebahagiannya masing-masing, sebagai wujud perwakilan dari keberadaan perempuan-perempuan yang menjalani kehidupan poligami.

Perempuan sebagai korban karena eksploitasi tubuhnya, justru dianggap sebagai sumber masalah. Setiap tindak kekerasan dan eksploitasi seksual lebih disebabkan karena si perempuan yang mempertontonkan atau memanfaatkan bagian-bagian tubuhnya.  Perempuan sepertinya tidak dipahami sebagai korban tapi justru dipandang sebagai sumber penyimpangan. Dari perspektif moralitas patriarkis, tubuh perempuan adalah sumber godaan bagi laki-laki. Perempuan juga menjadi alat politik yang strategis bagi pihak-pihak yang bersaing dalam memperebutkan  kekuasaan.

Kategori:kampus
  1. Juli 2, 2013 pukul 5:14 pm

    Football was a Turkish salad at least that’s what the label of a concussion should search. At the first selection should be. The Swiss Alps plus summits attract individuals from all different dealers.

  2. Juli 3, 2013 pukul 4:01 pm

    After checking out a handful of the blog posts
    on your website, I truly like your technique of writing
    a blog. I saved it to my bookmark webpage list and will be checking back soon.
    Please check out my website too and tell me what you think.

  3. Juli 11, 2013 pukul 10:17 am

    I have read so many posts concerning the blogger lovers but
    this paragraph is truly a pleasant paragraph, keep it up.

  4. Juli 24, 2013 pukul 9:42 am

    What’s up all, here every person is sharing these kinds of experience, therefore it’s nice to read this webpage,
    and I used to go to see this blog daily.

  5. Agustus 13, 2013 pukul 11:13 am

    That is a great tip especially to those fresh to the blogosphere.

    Short but very accurate information… Many thanks for
    sharing this one. A must read article!

  6. Agustus 31, 2013 pukul 3:30 am

    I know this site offers quality dependent content and other data, is there
    any other web page which gives these stuff in quality?

  7. Januari 28, 2014 pukul 12:28 am

    Carrying on the eco theme, the handset is itself made from eco-friendly materials and also
    comes with an eco-walk application and eco-mode profile function.
    Toll Free 1-888-908-1481 Office 604-210-2752 Cell 778-829-3401 Fax
    604-608 9846. As the manufacture will try to
    get control of the phones they may finish up relocking them.

  8. Ila
    Juni 29, 2014 pukul 6:48 am

    Your means of describing all in this piece of writing is truly pleasant, every one be capable of without difficulty be aware of it, Thanks a lot.

  9. Januari 30, 2015 pukul 8:18 pm

    Thanks for your post. I would also like to opinion that the very first thing you will need to conduct is check if you really need fixing credit. To do that you will need to get your hands on a copy of your credit file. That should really not be difficult, ever since the government necessitates that you are allowed to be issued one free of charge copy of your actual credit report annually. You just have to request the right folks. You can either read the website for the Federal Trade Commission or perhaps contact one of the major credit agencies instantly.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: