Beranda > kampus > Cultural Product dalam film “American Pie”

Cultural Product dalam film “American Pie”

American Pie merupakan sebuah film remaja yang dirilis pada tahun 1999. Film ini merupakan film yang mengisahkan kehidupan anak sekolahan di Amerika Serikat. dibintangi antara lain Biggs, Seann William Scott, dan masih banyak lagi. Film ini Mengambil setting sebuah kota di Amerika yang penduduknya sangat kompleks. Film ini bermain-main dengan komedi vulgar, yang menampilkan banyak adegan telanjang dan di luar batas. Menyinggung masalah pornografi dan pornoaksi yang memang sangat rawan terjadi pada remaja di Amerika Serikat sebagai negara yang multi ras. Tak hanya itu, Film ini dengan gamblang mengupas budaya mesum di kalangan remaja amerika. Mulai dari perilaku remaja yang doyan mengekspos daya tarik seksualnya, cara berpikir mayoritas remaja yang beorientasi seks, hingga perjuangan untuk melepaskan keperjakaan atau keperawanan saat prom night atau pesta dansa dimana diadakan untuk memperingati kelulusan siswa dari SMU. Hal yang sifatnya kompleks tentunya menyimpan banyak perbedaan di dalam film ini. Mulai dari masalah percintaaan serta unsur-unsur dalam kehidupan para remaja hingga kebudayaan yang sifatnya abstrak seperti obsesi terhadap seks.

American Pie merupakan salah satu film yang menunjukkan budaya remaja di negara Amerika Serikat dengan mengandung unsur-unsur seperti hedonisme dan Sekulerisme. Paham barat dengan bentuk­bentuk budaya pesta, gaya berpacaran, judi, minuman keras, kebebasan berperilaku dan pola hidup boros atau konsmtif. Hal tersebut menjadikan remaja sekarang berpandangan bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan hidup yang paling utama.

pada film tersebut adegan pornografi dan pornoaksi sangat dominan, keinginan remaja untuk selalu bersenang-senang merupakan suatu ciri khas pada umumnya. Sebagaimana diketahui, bahwa remaja Amerika amat akrab dengan budaya pergaulan bebas dan seks pra-nikah, dimana pergaulan terhadap lawan jenis tidak mimemiliki batas yang jelas. Dan negara pun mendukung budaya itu, sehingga tidak ada hak bagi orang tua untuk melarang aktivitas kebebasan anak-anak mereka.

Sudah 13-tahun American Pie eksis dalam industri film dunia dengan empat sekuelnya. Berkat kesuksesannya itu, saat ini banyak film komedi yang menampilkan adegan vulgar dan cenderung mengumbar sensualitas dan aksi-aksi di luar batas, seperti di Indonesia misalnya, budaya mesum secara terselubung juga sering kedapatan dalam tayangan sinetron remaja atau film layar lebar produksi lokal.

Arti “Pai” dalam film ini adalah kue pengantin yang popular pada abad ke-17 di Inggris. Pada jaman itu, cincin imitasi dimasukkan ke dalam pai menjadi hal yang ditunggu-tunggu bagi para undangan yang masih bujang. Jika mereka mendapat cincin di dalam pai, diartikan merekalah calon pengantin selanjutnya.

Rendra Fertabiansa (@cowobonsai)

Kategori:kampus
  1. Mei 24, 2014 pukul 7:35 am

    Interesting blog! Is your theme custom made or did you download it from somewhere?
    A theme like yours with a few simple adjustements would really make
    my blog shine. Please let me know where you got your design.

    Thank you

  1. September 13, 2016 pukul 1:37 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: