Beranda > kampus > Muhammadiyah dan Masyarakat Informasi

Muhammadiyah dan Masyarakat Informasi

Tugas Kemuhammadiyahan Fakultas ISIPOL Jurusan Ilmu Komunikasi UMY 2010

Nama: Rendra Fertabiansa
NIM: 20100530135

Muhammadiyah dan Masyarakat Informasi

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat menjadikan keinginan seperti diatas dapat dipenuhi. Beberapa puluh tahun yang lalu orang dapat berkomunikasi hanya melalui telepon kabel dan itupun hanya dimiliki oleh masyarakat dari golongan menengah (sebagian) dan atas, apalagi mempunyai perangkat yang namanya computer hanya segelintir orang. Saat ini, memiliki alat komunikasi demikian mudah baik telepon kabel atau nirkabel (wireless), demikian juga dengan perangkat computer yang bukan merupakan benda mewah dan langka lagi. Sebelumnya banyak orang mengenal computer hanya sebagai alat untuk melakukan komputasi, seperti asal kata ‘to compute’. Akan tetapi sekarang dikombinasikan dengan jaringan komunikasi fungsinya menjadi sangat luas untuk mendapatkan atau mengirim informasi dari/ke seluruh penjuru dunia.

Untuk menjadi masyarakat informasi Indonesia memang harus sudah dipersiapkan dan dibentuk. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat memang sudah dinikmati oleh masyarakat Indonesia, akan tetapi kesadaran masyarakat akan informasi yang akurat masing kurang. Teknologi Informasi, terutama komputer, memang sudah mulai dibutuhkan dan dirasakan merupakan kebutuhan yang tak bisa ditawar lagi, terutama oleh para intelektual, pelajar, para profesional dan kalangan bisnis. Tetapi bagi masyarakat kelas bawah, hal tersebut masih bisa dianggap mewah. Walaupun pengembangan system informasi untuk pemerintah pusat dan daerah terus dikembangkan, tapi masih banyak pemerintah daerah belum berminat membangun atau menggunakan untuk kepentingannya.

Untuk mengetahui seberapa cepat pertumbuhan dalam menuju masyarakat informasi perlu dilakukan pengukuran. Sehingga dapat diketahui kondisi dan kemampuan dari masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk medukung kegiatan sehari-harinya. Hasil pengukuran ini dapat digunakan untuk menghilangkan kendala-kendala yang menghambat pertumbuhan masyarakat informasi.

Konsep masyarakat informasi muncul pada tahun 1970-an dan sampai kini masih terus diperdebatkan. Perdebatan konsep masyarakat informasi ini melibatkan ilmuwan terkemuka dari berbagai bidang yang berbeda. Mereka mencoba untuk membahas konsep masyarakat informasi dari sudut pandang masing-masing. Mereka antara lain adalah Daniel Bell (1973), Stoiner (1983), Fritz Machlup (1983), Masuda (1990) dan Wiliam Martin (1995). Mereka membahas masyarakat informasi berdasarkan perkembangan yang mereka lihat dari sudut pandang masing-masing, tentang apa yang terjadi di masyarakat berhubungan dengan informasi, tentang bagaimana orang memperlakukan informasi, tentang penghargaan orang tentang informasi, dan sebagainya. Pandangan mereka tentu saja berbeda, dan bahkan mereka belum dapat memperoleh kesepakatan tentang definisi masyarakat informasi. Ada tiga komponen yang menjadi faktor pendorong terjadi masyarakat informasi, yaitu dinimika informasi dan komunikasi, perkembangan dalam teknologi komputer, dan perkembangan dalam teknologi komunikasi

Dalam Mewujudkan Masyarakat Informasi Indonesia

Bila bangsa ini akan memposisikan dirinya sebagai bangsa cerdas dan produktif, bangsa yang selalu membangun yang berazaskan lingkungan dan kesinambungan, maka prasarana utama yang harus dipersiapkan ialah jaringan informasi yang memungkinkan seluruh macam sinyal yang berkisar dari frekuensi suara (pita sempit), fax, data, sampai kepada gambar dan video, serta multi media lainnya dapat dilewatkan dengan tanpa cacat dan dengan harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak boleh ada diskriminasi dalam bidang informasi dan hak berkomunikasi kepada seluruh warga masyarakat, tak peduli apakah ia tinggal di Pondok Indah, di Kampung Rawa, atau di Gunung Kidul. Ia harus bisa berkomunikasi dengan siapapun dan untuk kepentingan apapun dalam kehidupannya.

Masyarakat informasi Indonesia sudah mulai dipersiapkan dan dibentuk mulai sekarang ini. Potret yang ada nampaknya masih memperlihatkan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi yang akurat. Teknologi Informasi, terutama komputer, memang sudah mulai dibutuhkan dan dirasakan merupakan kebutuhan yang tak bisa ditawar lagi, terutama oleh para intelektual, pelajar, para profesional dan kalangan bisnis. Tetapi bagi masyarakat kelas bawah, hal tersebut masih bisa dianggap mewah. Padahal di Amerika, ibu-ibu rumah tangga banyak yang berbisnis dengan memanfaatkan PC, maupun mendidik sikecil dengan mengenalkan kepada komputer dan aplikasinya sejak awal. Dilain pihak penggunaan PC untuk suatu yang lebih menguras kemampuan hitung komputer ternyata masih terbatas. Dalam kehidupan bisnis dan pemerintahan nampak pengembangan sistem informasi nya masih harus ditingkatkan lagi, data sering kurang mengalami pembaharuan dan akibatnya keputusan menjadi keliru dan tidak mencapai sasaran. Jadi memang ada keterkaitan yang amat erat antara perilaku disiplin dan perilaku apik dengan sikap cerdas manusia yang menggunakan informasi yang akurat dalam menjalankan tata kehidupan sosial dan ekonomi, maupun karirnya.

Ditengah berlombanya bangsa-bangsa untuk menuju masyarakat informasi, sesungguhnya yang terjadi adalah bergeraknya bangsa-bangsa ini menuju kepada sasaran bersama yaitu tercapainya masyarakat informasi yang saling bisa berkomunikasi , dan saling bisa memahami satu dengan yang lain. Dan itu pada tingkat komunitas, tingkat nasional, regional, maupun internasional.

Jadi unsur dari masyarakat informasi itu minimal adalah

  1. infrastruktur jaringan telekomunikasi pita lebar yang harganya terjangkau oleh masyarakat,
  2. masyarakat pemakai dan penyedia informasi,
  3. sumberdaya-sumberdaya manusia terampil dalam teknologi informasi yang demikian besar varian-nya,
  4. industri-industri teknologi informasi yang demikian beragam dan sangat luas, dan
  5. otoritas (regulator) yang mengatur tentang teknologi informasi dan bersifat sebagai katalisator yang efisien.

 

Kategori:kampus
  1. Juli 11, 2012 pukul 9:13 pm

    Right here is the perfect site for everyone who really wants to understand this topic.
    You realize so much its almost tough to argue with you (not that
    I actually would want to…HaHa). You definitely put a new spin on a topic that’s been discussed for decades. Excellent stuff, just excellent!

  2. Juli 19, 2012 pukul 6:35 am

    I appreciate your opinion

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: