Beranda > kampus > Desentralisasi Asimetris (sisi positif)

Desentralisasi Asimetris (sisi positif)

Nama: Rendra Fertabiansa

NIM: 20100530135

Menurut kalian, pelaksanaan Desentralisasi Asimetri itu untuk memperkuat atau justru memperlemah persatuan?

Menurut saya, pelaksanaan Desentralisasi Asimetri di dalam suatu negara sangatlah bermanfaat untuk memperkuat persatuan bangsa pada pada zaman yang sudah berkembang seperti sekarang ini. Desentralisasi Asimetri tentunya akan mendorong untuk tiap daerah berlomba-lomba atau berkompetisi kearah yang lebih baik (prestasi) dengan cara dan faktor yang berbeda yang berbeda sehingga selalu berkembang kedepannya. Desentralisasi Asimetri dilatar belakangi oleh banyaknya faktor yang sangat mempengaruhi. Antara lain seperti sejarah, budaya, prestasi dan masih banyak lagi. Sebagai contoh;

Status daerah keistimewaan diberikan kepada Yogyakarta karena latar belakang sejarahnya. Keistimewaan ini tidak hanya terbatas pada status kepala daerah melainkan juga pemerintahan, pertanahan, pendidikan, kebudayaan, anggaran keistimewaan dan posisi keraton. Keistimewaan DIY tidak hanya soal gubernur tetapi meliputi semua aspek mulai dari kebudayaan sampai pemerintahan. Urusan kelembagaan pemerintahan mengalami anomali di tingkat desa. Buktinya, para perangkat desa membentuk paguyuban lurah, seperti Ismoyo dan Bodronoyo, yang memiliki ketaatan sukarela kepada Sultan sebagai pemimpin. Mereka bersedia pula menanggalkan lencana PNS dan menggantinya dengan lencana keraton. Hal serupa terjadi ketika para bupati dan wali kota sowan ke keraton dalam acara ngabekten (upacara memberi salam, berbakti kepada Sultan, pada saat Lebaran). Ini bukti bahwa kalangan birokrat masih memegang kepatuhan kultural kepada keraton, bukan sekadar hubungan struktural kepada pemerintah provinsi. Itu merupakan keistimewaan yang sampai sekarang tidak hilang. Selain itu Keistimewaan DIY juga terletak pada posisi keraton sebagai pelestari adat dan budaya yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia. Ini merupakan suatu hal positif dari suatu daerah terhadap lembaga yang ada di dalamnya menurut sudut pandang Prestasi dan Budaya.

Aceh, Otonomi Khusus Aceh. Secara historis (Latar belakang Sejarah) rakyat Aceh dinilai telah melakukan perjuangan untuk meerebut kemerdekaan RI dengan bersumber pada kehidupan yang religius, adat yang kukuh, dan budaya Islam yang kuat. Kehidupan rakyat Aceh telah menempatkan ulama pada posisi yang terhormat sehingga perlu dilestarikan dan dikembangkan bersamaan dengan pengembangan pendidikan. Dan salah satu caranya adalah melalui pemberian otonomi khusus pada Aceh. Sesuai Undang-Undang nomor 44 tahun 1999, penyelenggaraan keistimewaan Aceh meliputi penyelenggaraan kehidupan beragama, penyelenggaraan kehidupan adat, penyelenggaraan pendidikan, dan peran ulama dalam penetapan kebijakan Derah. penyelenggaraan kehidupan beragama di Daerah diwujudkan dalam pelaksanaan syariat Islam bagi pemeluknya dalam masyarakat. Pemerintah daerah juga berhak menetapkan kebijakan, lembaga adat dan sistem pendidikan yang dijiwai oleh syariat Islam. Keistimewaan Aceh terletak pada pentingnya peran ulama. Hal ini terlihat dari dibentuknya Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU). MPU mempunyai tugas memberi masukan, pertimbangan, bimbingan dan nasihat serta saran-saran dalam menentukan kebijakan Daerah dari aspek Syariat Islam, baik kepada Pemerintah Daerah maupun kepada masyarakat di daerah. MPU juga berfungsi untuk menetapkan Fatwa Hukum, memberikan pertimbangan baik diminta atau tidak terhadap kebijakan Daerah, terutama dalam bidang pemerintahan. Pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan serta tatanan ekonomi yang islami.

Papua. Otonomi Khusus Papua. Dalam penjelasan Undang-Undang nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Papua dikatakan bahwa Alasan Pemberian Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dimaksudkan untuk mewujudkan keadilan, penegakan supremasi hukum, penghormatan terhadap HAM, percepatan pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Papua, dalam rangka kesetaraan dan keseimbangan dengan kemajuan provinsi lain. Kekhususan otonomi di Papua terletak pada pembentukan Majelis Rakyat Papua (MRP) yang merupakan representasi orang asli Papua. Kebijakan daerah yang diambil tidak hanya merupakan konsensus antara eksekutif dan legislatif tetapi juga melibatkan MRP. MRP memilki wewenang tertentu dalam rangka perlindungan hak-hak asli orang Papua yang berlandaskan pada penghormatan terhadap adat dan budaya, pemberdayaan perempuan, dan pemantapan kehidupan beragama. MRP juga memiliki wewenang untuk memberikan pertimbangan dan persetujuan dalam hal pemilihan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang berasal dari orang asli Papua. Dalam ranah kekuasaan peradilan, disamping kekusaan kehakiman yang dilaksanakan badan peradilan, juga dikenal adanya peradilan adat. Peradilan adat adalah peradilan perdamaian di lingkungan masyarakat hukum adat, yang mempunyai kewenangan memeriksa dan mengadili sengketa perdata adat dan perkara pidana di antara para warga masyarakat hukum adat yang bersangkutan. Ini dapat dilihat dari sudut pandang Budaya dan daerah.

Pelaksanaan Desentralisasi Asimetri di dalam suatu negara tidak hanya di Indonesia saja. Negara Swiss yang juga menerapkan demokrasi langsung pada dua pulu tiga wilayah yang disebut canton. Dari dua puluh tiga canton itu terdapat tiga self-canton yang dikemas oleh Negara Swiss secara sadar karena ingin memberi penghormatan atas kultur dan histois tertentu. Ketiga self canton ala Negara Swiss tersebut diberi kekuasaan untuk memiliki sistem konstitusi, parlement dan bahkan sistem peradilan secara mandiri terkecuali urusan militer dan moneter. Dan Negara Swiss menekankan juga pada ketiga canton istimewa itu harus ada ruang electoral sebagai wujud konsistensi demokrasi langsung yang dianut mereka.

nah, ini tugas dasar-dasar ilmu politik (ikom UMY) udah kelar dan besok siap dikumpulkan. cuma masalahnya mau nge-print dimana? doohhh..

Kategori:kampus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: