Beranda > Artikel > ASAL MULA PERAYAAN TAHUN BARU / PERGANTIAN TAHUN

ASAL MULA PERAYAAN TAHUN BARU / PERGANTIAN TAHUN

Menurut riwayat dan sumber, tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai Kaisar Roma. Waktu itu di negara tersebut penanggalan yang dipakai ialah penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Kemudian Caesar memutuskan menggantikannya dengan tahun Masehi, yang diambil tahun lahirnya Nabi Isa Al Masih.

Kalender itu pun dibuat sedemikian rupa-seperti yang kita kenal sekarang. Dia dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, Mesir. Pedoman penanggalan baru itu disusun dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini, sengga secara periodik bulan Februari memiliki 29 hari, bukan 28 hari. Dalam penyusunannya terjadi beberapa perubahan, terutama menyangkut nama bulan, sebagaimana yang kita kenal sekarang.

Perubahan tersebut misalnya, menjelang Caesar terbunuh di tahun 44 M, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. Tradisi menyambut tahun baru kini telah menembus sampai ke desa-desa akibat peran yang dimainkan media massa terutama televisi. Tahun lalu, suara terompet melintas batas-batas demografis dan sosiologis. Cahaya bunga api seputar jalan-jalan Ibu Kota dan kota besar.

Tahun baru bukan cuma pergantian kalender. Tahun baru adalah kecerahan, kemuraman, kekhawatiran, harapan, dan juga keceriaan. Tapi setiap pergantian tahun selalu saja ada cerita. Paling tidak ada refleksi yang dikonstruksikan-tepatnya diungkapkan-secara perorangan tentang dirinya: karir, usia, atau juga keberadaannya sebagai bagian dari alam, dan juga makhluk sosial dalam konteks hablu minannas. Refleksi menjadi penting sebagai cermin diri, dengan konklusi bahwa setiap tahun berganti, itu bukan bermakna umur bertambah, tetapi justru berkurang. Di kota-kota kaum borjuas berpesta pora dengan berbagai cara. Burkumpul di rumah bersama keluarga, berkerumun di alam terbuka, atau malah melakukan ritual di hotel dan mal-mal. Tradisi menyambut tahun baru atau pergantian tahun atawa apa yang dinamakan dengan “Old and New” seolah menjadi bagian dari budaya dunia. [sepertinya]

Di dunia ini berbagai perayaan tahun baru berlangsung. Orang Yahudi memiliki tradisi Rosh Hasanah yang jatuh sebelum tanggal 5 September pada kalender Gregorian. Tahun baru Tiongkok atau Imlek jatuh malam bulan baru pada musim dingin, antara akhir Januari hingga awal Februari, kemudian tahun baru Thailand dirayakan mulai tanggal 13 April hingga 15 April dengan upacara penyiraman air. Di kalangan rakyat Vietnam ada yang disebut dengan Tet Nguyên Dán, yang dirayakan pada hari yang sama dengan Imlek masyarakat Cina. Bagi orang Islam perayaan tahun baru 1 Muharram bukan hanya sarat dengan makna hijrah dan berbagai tafsir filosofisnya. Tetapi juga penuh muatan lokal.

Selamat tahun baru Masehi, mari Jadikan tahun 2010 kemarin sebagai media  bercermin diri. Setiap tahun berganti, umur kita semakin berkurang, bukan bertambah!

INGAT!!! KIAMAT MAKIN DEKAT!!! Waspadalah.. Waspadalah..

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: